Home » » Mimisan Berkaitan dengan Hipertensi? Ini Faktanya!

Mimisan Berkaitan dengan Hipertensi? Ini Faktanya!

Posted by Droid Tech Media on Friday, December 14, 2018

mimisan-berkaitan-hipertensi-doktersehat

DokterSehat.Com– Mimisan adalah kondisi yang membuat darah mengucur keluar dari lubang hidung. Kondisi ini bisa menyerang siapa saja, baik itu pria, wanita, anak-anak, orang dewasa, hingga lansia. Meskipun wajar terjadi, pakar kesehatan menyebut mimisan tidak bisa disepelekan. Terdapat dua jenis mimisan yang perlu kita ketahui seperti sebagai berikut.

Dua jenis mimisan

Terdapat dua jenis mimisan, yakni mimisan anterior dan mimisan posterior. Penyebab dan gejala dari kedua jenis mimisan ini juga berbeda.

Berikut adalah perbedaan dari kedua jenis mimisan tersebut.

  1. Mimisan anterior

Mimisan anterior adalah perdarahan yang keluar dari nasal septum bagian bawah. Sebagai informasi, nasal septum adalah dinding yang memisahkan rongga hidung kanan dan kiri dan memiliki cukup banyak pembuluh darah halus yang mendapatkan pasokan dari pembuluh darah arteri karotis, pembuluh darah utama yang memasok darah ke bagian kepala dan leher.

Jika sampai bagian nasal septum ini terkena benturan, maka pembuluh darah bisa pecah dan mengeluarkan darah. Mimisan ini cenderung sering terjadi pada anak-anak dan biasanya mudah untuk dihentikan.

Penyebab dari mimisan anterior adalah menghembuskan udara dengan cukup keras dari hidung. Sebagai contoh, kita terkadang mengalami sensasi gatal atau mampet di hidung sehingga berusaha untuk mengeluarkannya dengan melakukan hembusan dengan kencang. Sayangnya, hal ini bisa membuat pembuluh darah pecah.

Penyebab lain dari mimisan jenis ini adalah kebiasaan mengorek bagian dalam hidung dengan keras, benturan pada hidung, kondisi sinusitis atau peradangan pada sinus, serta alergi pada bagian nasal. Selain itu, jika kita sedang mengalami flu atau pilek yang membuat kita lebih sering menyentuh atau mengorek hidung, maka kita pun bisa memicu datangnya mimisan.

Kondisi cuaca yang sangat panas hingga membuat hidung kering dan berada dalam ketinggian yang mempengaruhi kondisi tekanan udara atau jumlah oksigen juga bisa menyebabkan datangnya mimisan jenis ini.

Hanya saja, mimisan ini juga bisa disebabkan oleh kondisi yang lebih serius seperti penyakit liver atau penggumpalan darah sehingga harus diwaspadai.

  1. Mimisan posterior

Mimisan posterior disebabkan oleh perdarahan pada bagian belakang  hidung atau tepatnya pada cabang pembuluh darah arteri yang menyediakan darah yang mengarah ke hidung. Biasanya, mimisan ini menyebabkan gejala yang lebih berat dan membutuhkan penanganan medis yang lebih serius. Kondisi mimisan ini juga harus diwaspadai karena terkait dengan kondisi tekanan darah tinggi atau hipertensi.

Beberapa penyebab lain dari mimisan posterior adalah kekurangan kalsium di dalam tubuh, paparan zat kimia tertentu yang bisa membuat membran bagian dalam hidung mengalami iritasi sehingga akhirnya menyebabkan perdarahan, hingga disebabkan oleh operasi di bagian nasal hidung.

Masalahnya adalah mimisan posterior ini terkat dengan beberapa jenis penyakit berbahaya seperti kelainan darah layaknya leukemia dan hemophilia. Selain itu, mimisan ini juga bisa disebabkan oleh adanya tumor yang tentu harus segera ditangani dengan baik.

Mimisan posterior biasanya menyerang orang dewasa dan jarang menyerang anak-anak. Gejalanya juga biasanya sangat berat sehingga harus segera diperiksakan ke dokter jika sering menyerang.

Waspadai hipertensi

Mengingat hipertensi termasuk dalam kondisi yang berbahaya dan bisa menyebabkan penyakit yang lebih serius seperti penyakit jantung atau stroke, pakar kesehatan menyarankan kita untuk menjaga gaya hidup tetap sehat seperti dengan membatasi asupan garam harian, memperbanyak asupan makanan berserat, menurunkan asupan makanan berlemak, rajin berolahraga, tidur cukup, dan menjaga stres dengan lebih baik.

Selain itu, kita juga sebaiknya melakukan pengukuran tekanan darah dengan rutin sehingga bisa segera mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat jika sampai tekanan darah meningkat.


0 comments:

Post a Comment

Popular Posts

Blog Archive

.comment-content a {display: none;}