DokterSehat.Com – Meski jarang dijadikan sebagai indikator kesehatan karena bentuk dan aromanya, faktanya feses dapat dijadikan ukuran untuk melihat kondisi kesehatan seseorang. Pada umumnya, feses berwarna cokelat, lantas bagaimana jika feses Anda berwarna hitam? Apakah feses hitam tanda bahaya?
Feses Hitam dan Sistem Pencernaan
Sebelum menjelaskan mengenai feses hitam, perlu Anda ketahui bahwa feses manusia memiliki variasa warna, bentuk dan tekstur. Namun secara umum, feses dilapisi lendir, setengah padat dan memiliki warna cokelat muda hingga cokelat tua.
Warna feses bisa menggambarkan kondisi kesehatan seseorang secara umum, sehingga jika Anda mengeluarkan feses hitam, tentu hal ini berkaitan dengan sistem pencernaan Anda atau pola diet yang sedang Anda jalani.
Berikut ini adalah beberapa faktor yang menyebabkan feses hitam, di antaranya:
Terjadi pendarahan di saluran pencernaan
Feses hitam ternyata bisa disebabkan oleh kotoran yang sudah tercampur dengan darah. Biasanya, BAB hitam ini terjadi karena adanya pendarahan di saluran cerna bagian atas seperti kerongkongan atau lambung dan dikenal dengan upper gastrointestinal bleeding (UGIB).
Selain munculnya feses hitam, efek lainnya adalah muntah darah atau mengeluarkan cairan berwarna hitam. Saat pendarahan pencernaan bagian atas sudah menjadi semakin parah, pada akhirnya Anda akan mengalami berak darah.
Sementara itu, jika feses hitam disertai gejala lain seperti muntah, terasa ingin pingsan, atau muntah darah, segera ke rumah sakit karena bisa jadi sudah ada pendarahan di saluran pencernaan.
2. Kanker usus besar
Sebuah penelitian mengungkapkan, jika feses hitam keluar dari tubuh Anda, hal itu mungkin bisa menjadi pertanda adanya kanker usus besar. Segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
3. Gastritis
Gastritis atau juga sering disebut sebagai radang lambung atau maag, dapat berlangsung dalam waktu yang lama (akut) atau muncul secara mendadak (kronis). Meski begitu, feses hitam jarang ditemukan pada penderita maag, namun feses berwarna hitam dapat terjadi terkait kondisi-kondisi tertentu.
Tukak lambung adalah kondisi lain yang biasanya dialami penderita maag kronis. Hal ini bisa terjadi karena terdapat luka di saluran pencernaan atau lambung, yang pada akhirnya bercampur dengan makanan saat melakukan proses pencernaan.
Meski gastritis adalah kondisi yang sangat umum, namun penyakit ini lebih banyak dijumpai pada mereka yang mengonsumsi obat antinyeri, obat penghilang rasa sakit dan orang yang kecanduan alkohol. Risiko ini bisa menurun dengan mengurangi beberapa faktor pemicunya.
Oleh karena itu, sebaiknya Anda mengenali aktivitas dan makanan yang dapat memicu maag. Selain itu, jika Anda merasakan keluhan yang sangat mengganggu dan tidak biasa seperti perut yang keras, segera periksakan diri ke dokter agar mendapatkan penanganan dengan cepat.
4. Konsumsi obat tertentu
Feses berawarna hitam belum tentu mengindikasikan hal-hal yang mengkhawatirkan sebagaimana dijelaskan sebelumnya. Feses berwarna hitam bisa disebabkan karena seseorang mengonsumsi vitamin yang mengandung zat besi. Selain itu, BAB hitam juga sering terjadi bagi mereka yang mengonsumsi obat mengandung bismut subsalisilat
5. Penyakit sirosis
Jika Anda sudah mengalami sirosis dalam tahap yang sudah membahayakan, hal itu bisa menyebabkan feses berwarna hitam. Sirosis sendiri adalah adalah kondisi terbentuknya jaringan parut di hati akibat kerusakan hati jangka panjang.
Saat darah tidak mampu mengalir melalui organ hati dengan baik, kondisi ini menyebabkan penumpukan darah di pembuluh yang membawa darah dari usus ke hati. Jika kondisi ini tidak segera ditangani, penumpukan yang akan memicu tekanan darah dapat menyebabkan pendarahan internal, dan bisa terlihat dari kondisi feses dan muntahannya.
Apabila fungsi organ sudah menurun akibat berkumpulnya racun di organ hati, maka penderita sirosis akan membahayakan nyawanya sendiri.
6. Akibat makanan
Jika penyebab feses hitam sebelumnya disebabkan akibat konsumsi obat, maka feses berwarna hitam ini terkait dengan asupan makanannya. Jika Anda mengonsumsi bluberry, buah bit atau makanan yang berwarna hijau, Anda mungkin mendapati BAB hitam.
7. Varices esofagus
Feses hitam juga bisa disebabkan oleh varices esofagus. Varices esofagus adalah pelebaran pembuluh darah di dinding esofagus bagian bawah atau perut bagian atas. Jika pembuluh darah ini pecah, hal itu bisa menyebabkan pendarahan yang berakibat pada darah yang muncul di feses atau keluar lewat muntah
Varises esofagus merupakan komplikasi serius akibat tekanan darah tinggi yang disebabkan oleh sirosis hati .
8. Mallory-Weiss Tear
Luka pada selaput lendir di lambung atau kerongkongan, yang dalam dunia medis disebut Mallory-Weiss Tear dapat menimbulkan pendarahan dan menyebabkan feses hitam. Meski begitu kondisi ini adalah sesuatu yang sangat jarang terjadi.
Gejala yang Harus Diwaspadai
Meski penyebab feses hitam ada yang dipengaruhi oleh makanan dan itu bukan merupakan tanda bahaya, Anda juga perlu waspada bahwa feses berwarna hitam juga mengindikasikan sesuatu yang tidak normal. BAB hitam bisa mengindikasikan kondisi serius yang dapat mengancam nyawa.
Jika feses hitam diikuti beberapa gejala berikut, sepertinya Anda harus segera memeriksakan kondisi ke dokter dengan segera, di antaranya:
- Pusing.
- Diare berat.
- Badan terasa demam
- Jantung berdetak cepat
- Menurunnya kesadaran.
- Perut terasa kaku dan nyeri
- Muncul masalah pernapasan.
- Muntah darah atau sesuatu berwarna hitam.
- Perubahan perilaku mendadak seperti kebingungan, kelesuan, delirium, dekusi dan halusinasi.
Pada akhirnya, feses hitam seperti dijelaskan sebelumnya bisa disebabkan oleh beberapa hal di antaranya: makanan, asupan suplemen hingga penyakit tertentu. Oleh karena itu, kenali semua makanan yang Anda makan, hingga gejala-gejala khusus yang menandakan penyakit tertentu agar Anda tahu mana yang harus dikhawatirkan.


0 comments:
Post a Comment